Home Artikel PAS Selangor

TARBIYATUL AS SYABAB | Kelazatan Cinta Amilin Mukhlisin

630
SHARE


TARBIYATUL AS SYABAB
Lakaran Potret Pemuda Islam

(Mereka Diberi Petunjuk Pada Mengucapkan Kata-Kata Yang Baik)

RAMADHAN 4 / 1438 H

“KELAZATAN CINTA AMILIN MUKHLISIN”

Ramadhan mentarbiyah jiwa para amilin. Lahir jiwa yang mukhlisin. Amal kembarnya ikhlas. Tiada ikhlas, lazat cinta untuk beramal tidak berputik. Puasa, solat, sedakah dan lain-lain ibarat kertas peperiksaan menguji tahap cinta dan ikhlas.

Ikhlas ertinya bersih, tidak ada campuran. Ibarat emas tulen yang tidak bercampur dengan perak walau secubit. Maqam ikhlas ialah hati. Niat sesuatu amal, melangkah menentukan pekerjaan atau amal yang baik. Pelengkapnya mestilah dasarnya subur. Dasarnya Allah. Maka sempurna suatu amalan. Renungi sepotong hadis yang sangat menginsafkan jiwa.

Daripada Abu Hurairah r.a berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu? Ia menjawab, aku berperang semata-mata kerana Engkau sehingga aku mati syahid.

Allah berkata, engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.

Selanjutnya Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Quran. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya.

Kemudian Allah menanyakannya, amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu? Ia menjawab, aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca Al-Quran hanyalah karena Engkau. Allah berkata, engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang alim (yang berilmu) dan engkau membaca Al-Quran supaya dikatakan seorang qari (pembaca Al-Quran yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.

Rasulullah SAW menceritakan lagi orang selanjutnya yang pertama kali masuk neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya, apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?

Dia menjawab, aku tidak pernah meninggalkan sedekah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau. Allah berkata, engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka, (Hadis riwayat : Muslim).

Ust Syarhan Humaizi Halim
Ketua Pemuda
Dewan Pemuda PAS Selangor
#akupemudapas