Home Rencana PAS Pahang

Rencana | Sabar itu indah

116
SHARE

Oleh: FARIDAH KAMARUDDIN

Nabi setiap hari diludahi oleh seorang wanita tua. Namun ketika wanita itu sakit, Nabi menziarahinya.

Menyedari hal ini, dia pun menangis di dalam hatinya, “Betapa indahnya budi manusia ini. Walaupun setiap hari aku ludahi, tetapi dialah orang pertama yang menziarahiku.”

Dengan menitiskan air mata hiba dan bahagia, wanita tua itu lantas bertanya, “Wahai Muhammad, mengapa engkau menziarahiku, padahal setiap hari aku meludahimu?”

Nabi SAW menjawab, “Aku yakin engkau meludahiku karena engkau belum tahu tentang kebenaran yang ku bawa. Jika engkau telah mengetahuinya, aku yakin engkau tidak akan melakukannya.”

Mendengar jawaban bijak dari Nabi SAW itu, wanita tua itu pun menangis dalam hati. Dadanya sesak, tenggoroknya terasa tersekat. Lalu, dengan penuh keinsafan, dia berkata, “Wahai Muhammad, mulai saat ini aku bersaksi untuk mengikuti agamamu.”

Lantas wanita tua itu mengikrarkan dua kalimah syahadah, “Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah utusan Allah SWT.”

Bila kita sudah menyedari bahawa syurga sudah di depan mata (janji-janji Allah SWT) maka bersabarlah dan tingkatkanlah kesabaran melaluinya walaupun jalannya dipenuhi dengan onak duri.

Demikianlah salah satu kisah teladan kesabaran Nabi Muhammad SAW yang sungguh menakjubkan dan sarat akan nilai keteladanan. Nabi SAW tidak pernah membalas keburukan orang yang menyakitinya dengan keburukan yang lain pula, tetapi Nabi sentiasa memaafkannya.

Hakikatnya sabar memang pahit, tetapi akibatnya sangat manis.

Dengan demikian, jika nilai-nilai kesabaran ini dijadikan sebagai landasan dalam membangun ummah dan negara, maka akan harmoni dan sejahteralah, hidup beragama, bermasyarakat dan bernegara.

Wallahu’lam.